Tampilkan postingan dengan label LINUX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LINUX. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Mei 2009

INSTALASI LINUX DEBIAN

Sebelumnya, buat partisi lewat Windows menggunakan Acronis.Partition.Expert.2003.Sediakan partisi untuk instalasi linux debian etch. Partisi yang dibutuhkan adalah swap sebesar 512MB dan reiserFS sebesar (min) 5GB.
Sekarang kalian siap untuk memulai penginstallan.
1. Waktu booting awal, akan terdapat tulisan enter to boot. Tekan Enter untuk memulainya.
2. Choose your languagePilih saja bahasa English biar mudah dipahami. Itung-itung belajar buat TOEFL
3. Choose your country, territory or areaBuat negara kita tercinta, pilih Other, kemudian Indonesia.
4. Keymap to usePake defaultnya aja. Jadi langsung tekan Enter.
5. HostnameTuliskan hostname untuk menamai komputer kalian, ato juga sebagai root. Defaultnya debian.
6. DomainIsi domain untuk komputer kalian. Di sini aku isi computer.ee.its.ac.id.
7. Partitioning methodDi sini adalah proses utama yang sangat mematikan. Karena jika salah nge-‘click’, partisi Windows kalian akan ilang(!!!). Ni aku kasih tau sedikit cara menanganinya Pilih Manually edit partition tableKalian akan disuruh untuk mengotak-atik partisi HD.
8. Partition disksPilihlah partisi reiserFS yang telah kalian buat sebelumnya. Hapus partisi tersebut dengan memilih Delete the partition. Kemudian pilih kembali partisi tersebut untuk membuat partisi baru (Create a new partition) dan tentukan ukuran dari partisinya.Langkah selanjutnya, pilih reiserFS pada Use as, format partisi (Format the partition), Mount point : /, Bootable flag : on. Berikutnya Done setting up the partition, dan akhiri dengan Finish partitioning and write changes to disk.
Use as : ReiserFSFormat the partition : yesMount point : /Bootable flag : onDone setting up the partition
Finish partItioning and write changes to disk
9. Select a city in your fine zonePemilihan ini digunakan untuk memilih time zone daerah kita. Kalo GMT+7 pilih Jakarta
10. Root passwordDigunakan untuk password root.
11. Full name for the new user, Username for your account, User passwordDigunakan untuk membuat nama user beserta passwordnya.
12. Use a network mirrorUntuk pertanyaan ini jawab aja No.
13. Choose software to installPilih defaultnya saja
Standard system
14. Install the GRUB boot loader to the master boot record?GRUB (Grand Unified Bootloader) digunakan untuk memilih OS (Operating System) yang dijalankan pada saat pertama kali dinyalakan. Oleh karena itu, jawablah Yes agar bisa memilih OS yang diinginkan.
15. Installation completeRestart!!!!
Penginstallan Linux Debian Etch selesai sudah.

Continue Reading...

Setting IP Address pada Linux Debian


Setting IP Address pada Linux Debian

Langkah-langkah Setting IP :


~ Pastikan computer memiliki LAN card

~ Klik Application pada Taskbar

~ Pilih System tools è Network tools

~ Akan muncul kotak dialog Network tool

~ Konfigurasikan Network device eth0

~ Masukkan IP Address, Subnet Mask, dan Gateway

~ Klik OK

~ Masuk ke root terminal

~ Ketikkan ping [IP Address]

~ Apabila computer dapat mengenali IP Addressnya sendiri berarti setting IP telah berhasil.

Continue Reading...

Buat Router sebagai Gateway Internet di Debian


Buat Router sebagai Gateway Internet di Debian Sederhana loh..???

Bagi seorang NewBie dalam hal Linux Server dan berkeinginan membuat router sebagai gateway internet jangan khawatir deh. Disini akan saya bantu anda membuat Router/Gateway internet menggunakan Debian Woody 3rc6.
Dalam tutorial ini diwajibkan menyiapkan beberapa hal yg saya sarankan, antara lain sebagai berikut :

1. Gadis cantik, Pacar ataukah Istri anda (Very Important)
2. PC Router Pentium I / AMD K6, disarankan Pentium II keatas.
3. CD-Rom dan 2 Ethernet(minimal) yang udah nempel di PC.
4. 9 (sembilan)keping CD Debian Woody 3rc6.
5. Secangkir Kopi Susu. Dianjurkan tanpa rokok.

Pertama-tama install debian anda dengan installan Base System. Jangan lupa menuruti permintaan Install Wizard untuk scan 9 keping CD (Penting dalam database systemnya). Maaf saya tidak menjelaskan installasi Debian secara Detail. Setelah installasi selesai, lakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. .:: Set IP Address eth0 dan eth1.

Pengsian berdasarkan asumsi sebagai berikut;
eth0 terhubung ke jaringan lokal / client internet
eth1 terhubung ke Modem ADSL atau WiFi dengan ip 10.1.1.1
Set eth0 dengan ip 192.168.0.254 dan eth1 10.1.1.2

# vi /etc/network/interfaces

auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.0.254
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.1.255

auto eth1
iface eth1 inet static
address 10.1.1.2
netmask 255.255.255.0
broadcast 10.1.1.255
gateway 10.1.1.1

2. ..::Install Bind 9 sebagai DNS server.

# apt-get install bind9

setelah selesai terinstall lakukan setting:

# vi /etc/bind/named.conf

masukkan perintah ;

// add entries for other zone below here

zone "domain yang diinginkan" IN {
type master;
file "db.domain";
};

zone "0.168.192.in-addr.arpa" IN {
type master;
file "db.ip";
};

*lalu buat file db.domain dan db.ip , letak posisi file di /var/cache/bind/

.::db.domain

; chuprex.net
$TTL 604800
@ IN SOA ns1.chuprex.net. root.chuprex.net. (
2006020201 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800); Negative Cache TTL
;
@ IN NS ns1
IN MX 10 mail
IN A 192.168.0.254
ns1 IN A 192.168.0.254
mail IN A 192.168.0.2 ; We have our mail server somewhere else.
www IN A 192.168.0.254
client1 IN A 192.168.0.1 ; We connect to client1 very often.

.:: db.ip

; chuprex.net
$TTL 604800
@ IN SOA ns1.chuprex.net. root.chuprex.net. (
2006020201 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800); Negative Cache TTL
;
@ IN NS ns1
IN MX 10 mail
ns1 IN PTR 192.168.0.254
254 IN PTR ns1
254 IN PTR ns1.chuprex.net

** Setting file resolv.conf , posisi di /etc/resolv.conf

nameserver 192.168.0.254
domain chuprex.net
domain www.chuprex.net

**setelah itu restart bind

/etc/init.d/bind9 restart

2. ..:: Sekarang saatnya edit Routing Setting :

**Edit file ipv4_forward untuk memForwardkan ip dari 2 eth.

#vi /etc/network/options

ip_forward = yes
spoofprotect = yes
syncookies = no

**Masukkan rule iptables untuk share internet dari eth1 ke eth0.

#iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth1 -j MASQUERADE

untuk mempermanenkan rule iptables, jangan lupa menyimpannya.

#iptables-save

Sekian aja ya, setting router sederhana sudah selesai. Ooops, ternyata ada yg tertinggal.

**:: Restart setting network anda.

#/etc/init.d/networking restart

Ini baru sekian.... :-)

Continue Reading...

Perintah-perintah Dasar Debian Linux


Perintah dasar yang sering digunakan dalam linux adalah sebagai berikut :

1. ls : melihat isi direktori yang aktif

contoh : debian:/# cd /root

debian:/root# ls –à menampilkan isi direktori root

2. cat : melihat isi file secara keseluruhan

contoh : debian:/# cat [nama_file]

3. more : menampilkan isi file per layer

contoh : debian:/#more [nama_file]

4. tail : menampilkan sepuluh baris terakhir

contoh: debian:/#tail [nama_file]

5. less : melihat isi file tetapi yang bisa discroll

contoh: debian:/#less [nama_file]

6. cp : mengkopi file

contoh: debian:/#cp file1 /home —-à mengkopi file1 dari root ke direktori home

7. mv : memindahkan file

contoh: debian:/#mv file1 /home

8. rm : menghapus file

contoh: debian:/#rm [nama_file]

9. mkdir : membuat direktori

contoh: debian:/#mkdir [nama_direktori]

10. rmdir : menghapus direktori

contoh: debian:/#rmdir [nama_direktori]

11. cd : pindah direktori

contoh: debian:/#cd root —à pindah ke direktori root



Continue Reading...

Senin, 18 Mei 2009

Linus Torvalds, Genius Komputer Pencipta Linux


SEJARAH selalu mencatat, orang-orang besar mencapai kesuksesannya dengan bekerja keras tanpa mengenal putus asa dan mereka menikmati pekerjaan tersebut. Sebut saja Linus Torvalds, seorang genius yang semenjak kecil akrab dengan komputer ini, berhasil menciptakan sistem operasi yang kita kenal dengan nama Linux, sebuah sistem operasi masa depan yang katanya bakal menggoyang imperium Microsoft dengan Windows-nya.

Sistem operasi ciptaan Linus ini menarik banyak perhatian orang di awal milenium 21. Yang menarik dari Linux adalah sifatnya yang free dan open source dalam artian untuk memilikinya kita tidak perlu membayar lisensi, cukup hanya membayar biaya distribusinya.

Open source berarti (kode) sumber yang terbuka. Sumber yang dimaksud di sini adalah source code (kode sumber) dari sebuah software (perangkat lunak), baik itu berupa kode-kode bahasa pemrograman maupun dokumentasi dari software tersebut. Karena sifatnya yang open source itulah, Linux dapat dikembangkan oleh banyak programmer di dunia sehingga semakin hari, kualitasnya semakin baik. Berbeda dengan Windows yang memang ditujukan untuk komersial sehingga source code-nya tidak diberikan. Keputusannya untuk menggratiskan dan membebaskan source code linux membuat Linus menjadi sosok pahlawan di dunia software yang saat ini sudah sangat bernuansa kapitalisme dan bisnis semata.

**

TOKOH genius ini dilahirkan di Helsinki, Finlandia, pada tanggal 28 Desember 1969. Dalam usianya yang ke-10, Linus sudah mulai memprogram komputer, dengan menggunakan komputer milik kakeknya, Commodore VIC-20. Pada tahun 1988 Linus diterima menjadi mahasiswa di Universitas Helsinki, Finlandia. Pada tahun 1991, Linus membeli PC (Personal Computer) pertamanya yang saat itu masih menggunakan MS-DOS (Disk Operation System, sistem operasi buatan Microsoft).

Namun Linus lebih cenderung untuk menggunakan sistem operasi UNIX, seperti yang digunakan pada komputer milik universitasnya. Sistem operasi UNIX merupakan sistem operasi yang banyak digunakan dalam jaringan komputer karena sifatnya yang independen terhadap berbagai tipe mesin. Akhirnya, dia memutuskan untuk menciptakan versi yang bisa digunakan untuk PC dari UNIX.

Kerja keras selama berbulan-bulan menghasilkan cikal-bakal dari sistem operasi yang dikenal sebagai Linux, yang kelak delapan tahun kemudian dikembangkan menjadi apa yang dikatakan oleh banyak pengamat sebagai ancaman bagi raksasa Microsoft yang sangat dikenal dengan sistem operasi Windowsnya.

Linux sangat mirip dengan sistem UNIX, hal ini karena kompatibilitas dengan UNIX merupakan tujuan utama desain dari projek Linux.

Perkembangan Linux dimulai pada tahun 1991, ketika Linus Torvalds yang masih mahasiswa di Finlandia menulis Linux, untuk prosesor 80386, prosesor 32-bit pertama dalam kumpulan CPU intel yang cocok untuk PC. Awalnya Linus membuat Linux sendiri sebagai hobi, karena ia ingin menjalankan sistem operasi semacam UNIX dalam komputer 386-nya (angka 386 merupakan nomor seri mikroprosesor intel jauh sebelum Pentium diproduksi). Dari hasil kerjanya lahirlah Linux versi 0.01, yang sebenarnya masih belum bisa disebut sebuah sistem operasi.

Setelah mengalami perbaikan, jadilah Linux versi 0.02, yang notabene adalah Linux resmi versi pertama yang diumumkan pada publik. Linus mengumumkan source code Linux pada tanggal 5 Oktober 1991. Dia merilis source code-nya, yang berarti semua orang yang memiliki pengetahuan tentang pemograman komputer dapat memodifikasi Linux untuk disesuaikan dengan tujuan mereka masing-masing.

Linux segera memiliki banyak pendukung yang antusias karena mereka dapat memiliki akses ke source code-nya, dan dapat menolong Linus untuk memperbaiki dan menyempurnakan software tersebut.

Projek Linux ini mendapatkan perhatian dari para programer di seluruh dunia yang kemudian turut berpartisipasi membangun Linux. Perkembangan Linux berlangsung dengan sangat pesat hingga saat ini.

Ada perbedaan yang cukup kentara antara sistem operasi Linux dan Windows. Mengoperasikan Linux membutuhkan kecerdasan teknik yang cukup, sebab mengoperasikannya tidak semudah menggunakan sistem operasi yang lebih populer, seperti Windows, Mac milik Apple Computer, atau OS/2 milik IBM. Sehingga pernah salah seorang dosen di Departemen Elektro ITB mengatakan, mahasiswa ITB seharusnya menggunakan Linux karena lebih membutuhkan kecerdasan dalam pengoperasiannya yang mana hal itu akan mengasah logika.

Kesuksesan Linux membuat beberapa perusahaan software raksasa ramai-ramai mengumumkan untuk hijrah dan ikut mensupport Linux seperti Netscape Communication, Corel, Intel dan Oracle. Akibatnya muncul stigma telah terjadi perang bintang antara Linux dan Windows serta Linus sebagai pencipta Linux digambarkan sebagai David yang maju melawan raksasa Bill 'Goliath' Gates, pendiri dan CEO Microsoft.

Masalah utama yang dihadapi Linux dahulu adalah interface yang berupa teks (text based interface) sehingga membuat orang awam tidak tertarik menggunakan Linux, karena harus mempelajari terlebih dahulu untuk dapat mengerti cara penggunaannya. Tetapi keadaan ini sudah mulai berubah dengan kehadiran KDE dan GNOME.

Keduanya memiliki tampilan desktop yang menarik sehingga mengubah persepsi dunia tentang Linux. Apalagi saat ini sudah banyak distribusi Linux yang memiliki tampilan seperti Windows (Xwindows) seperti Red Hat, Debian, Mandrake dan Slackware yang memiliki ciri khasnya masing-masing.

Selain itu Linux juga diadaptasi ke banyak bahasa seperti misalnya Linux Trustix Merdeka di Indonesia, Vine Linux di Jepang, RedFlag Linux di Cina, dll.

Linux di negara-negara berkembang mengalami kemajuan yang sangat pesat. Harga perangkat lunak (misalkan sebuah sistem operasi) bisa mencapai 100 dolar AS atau lebih. Di negara yang rata-rata penghasilan per tahun adalah 200-300 dolar AS, nilai 100 dolar AS sangatlah besar. Dengan adanya Linux, semua berubah. Karena Linux dapat digunakan pada komputer yang sehingga dia menjadi alternatif cocok bagi komputer beranggaran kecil. Di negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin, Linux adalah jalan keluar bagi penggemar komputer.

Pemanfaatan Linux juga sudah diterapkan pada superkomputer seperti The Tetragrid, sebuah megakomputer dari Amerika yang dapat menghitung lebih dari 13 triliun kalkulasi per detik atau tepatnya 13,6 TeraFLOPS (FLoating Operations Per Second). Tetragrid dapat dimanfaatkan untuk mencari solusi dari masalah matematika kompleks dan simulasi, dari astronomi dan riset kanker hingga ramalan cuaca.

Lalu Evolocity, juga dari Amerika, dapat berjalan dengan kecepatan maksimum 9.2 TeraFLOPS menjadikannya sebagai salah satu dari lima superkomputer tercepat di dunia.

Jika melihat ke depan, kemungkinan Linux akan menjadi sistem operasi yang paling dominan bukanlah suatu hal yang mustahil. Karena semua kelebihan yang dimilikinya, setiap hari semakin banyak orang di dunia yang mulai berpaling ke Linux dan meninggalkan Microsoft.

Masih teringat di benak penulis ketika undang-undang tentang Hak Kekayaan Intelektual diberlakukan beberapa waktu lalu, perusahaan tempat penulis melakukan kerja praktik, dalam dua hari segera mengganti sistem operasi Windows yang kebanyakan bajakan dengan sistem Linux. Karena membeli software Windows yang resmi jauh lebih mahal dibanding menggunakan Linux. Toh kinerja Linux juga tidak kalah dengan Windows.

Satu hal lagi yang menarik dari Linux adalah logonya yang berupa pinguin yang bernama ”Tux”. Logo yang lucu ini memiliki sejarah yang unik. Awalnya, tidak ada logo yang dipilih untuk Linux, namun pada waktu Linus berlibur di daerah Selatan. Dia bertemu seekor pinguin yang menggigit jarinya. Kejadian yang lucu ini merupakan awal terpilihnya pinguin sebagai logo Linux.

Tux adalah hasil karya seniman Larry Ewing pada waktu para pengembang merasa Linux sudah memerlukan sebuah logo (1996), dan nama yang terpilih adalah dari usulan James Hughes yaitu "(T)orvalds (U)ni(X) -- TUX!". Lengkaplah sudah logo dari Linux, yaitu seekor pinguin bernama Tux.

Hingga sekarang logo Linux yaitu Tux sudah terkenal ke berbagai penjuru dunia. Orang lebih mudah mengenal segala produk yang berbau Linux hanya dengan melihat logo yang unik nan lucu hasil kerja sama seluruh komunitas Linux di seluruh dunia. Nah, jika Anda membutuhkan sistem operasi yang gratis dan memiliki kemampuan setara Windows, Linux adalah pilihan yang tepat. Kehadiran Linus Torvalds dalam kancah era informatika ini akan menjadi sosok yang dapat disetarakan dengan para ilmuwan komputer terdahulu seperti Von Neumann, Berners Lee, dll.***

Continue Reading...

Sabtu, 16 Mei 2009

INSTALASI LINUX REDHAT 9

Persiapan Instalasi
Beberapa hal yang patut anda catat sebelum memulai instalasi adalah :
1. Software Pembagi Partisi, Seperti Partition Magic dan software Kita beli atau download di situs internet.
2. Membagi atau merubah ukuran partisi Windows dengan software pembagi partisi seperti Partition Magic. Sehingga terdapat satu partisi kosong untuk instalasi ini dapatkan ruang sebesar 1,8 GB. Pada umumnya, jika Kita membeli komputer baru, maka hanya terdapat satu partisi di hardisk, yaitu C: Dengan kondisi ini, tidak memungkinkan anda untuk menginstal linux. Jadi resize partisi C: di windows dengan software pembagi partisi yang ada.
3. Ketahui konfigurasi Mouse: PS/2, serial atau USB.
4. Besar kapasitas Harddisk yang belum terpakai. Ini berguna untuk merencanakan partisi yang akan kita buat. Untuk melihat gunakan perintah chkdsk di prompt dos.
5. Jenis dan konfigurasi monitor dan videocard yang anda miliki, jumlah memori video card anda, merk monitor dan satu lagi yang harus anda ketahui adalah istilah vertikal dan horizontal range monitor anda.
6. Lakukan back-up data terlebih dahulu, hal ini untuk menjaga kemungkinan hilangnya data saat pembagian partisi.


Memulai Instalasi
1. Setting BIOS pada komputer, agar booting pertama dari CD-Drive.

2. Masukkan Disk ke 1 dari 3 CD Red Hat ke dalam CD-Drive. Tunggu beberapa saat hingga tampil pilihan untuk memulai instalatasi Red Hat tersebut | tekan tombol Enter.
Tampilan awal boot

3. Tunggu beberapa saat akan muncul pilihan bahasa selama proses instalasi seperti gambar berikut :
Kotak dialog pilihan bahasa

4. Klik tombol Next. Kemudian akan tampil jendela pilihan untuk keyboard.

Kotak dialog konfigurasi keyboard
5. Klik tombol Next. Kemudian akan tampil jendela pilihan untuk mouse, klik sesuai dengan mouse yang digunakan.

Kotak dialog konfigurasi keyboard
6. Klik tombol Next. Kemudian akan tampil jendela pilihan untuk upgrade atau install

Kotak dialog Upgrade

7. Pilih Perform a New Red Hat Linux Installation, Kemudian klik tombol Next.

8. Tentukan pilihan untuk instalasi yang diinginkan, klik Next

Kotak dialog pilihan jenis instalasi

1 Personal Desktop Aplikasi offices dan Multimedia 1.8 GB
2 Workstation Komputer kerja untuk jaringan dan developer/ programmer. 2.1 GB
3 Server Komputer sebagai server dengan aplikasinya 1.5 GB – 4.85 GB
4 Custom Menentukan sendiri paket sesuai kebutuhan 500 MB – 4.85 GB

9. Pilih bentuk partisi yang diinginkan : Automatically Partition atau Manually Partition with Disk Druid

Kotak dialog pilihan jenis partisi

*) Membuat tiga partisi, masing-masing untuk windows, linux dan data. Sehingga jika anda ingin menghapus/ uninstal Linux atau Windows, data-data penting anda tidak turut hilang.

Skema susunan partisi
*) Didalam sebuah Harddisk terdapat konsep partisi yang terdiri dari Partisi Primary, Partisi Extended dan Partisi Logical. Didalam partisi primary terdapat Master Boot Record (MBR) untuk melakukan proses boot loader dari suatu sistem operasi.

10. Pilih Manually Partition with Disk Druid untuk membuat partisi Linux, dan secara default, Anda cukup untuk membuat partisi :
1 . /boot ———-> EXT3 / Linux Native ——-> 100 MB
2 . / ————–>EXT3 / Linux Native ——–>4000 MB
3 . swap ———–>Swap ————->2 x jumlah memori yang terpasang pada komputer

Kotak dialog pembagian partisi
Pilih tombol NEW pada kotak dialog Partitioning. Lalu isikan di kolom Mount Point “ / ”. Untuk file system, pilih Linux Native. Isikan kolom size sisa dari hardisk anda yang masih kosong. Lalu pilih OK kemudian pilih Next.

Kotak dialog menentukan sistem file

11. Setelah selesai pembuatan partisi maka akan ditampilkan konfigurasi untuk boot loader Lalu pilih Next, sehingga muncul tampilan sebagai berikut :

kotak dialog boot loader

12. Jika anda berencana menghubungkan komputer ke jaringan, isikan data yang diminta. Jika tidak biarkan kosong. Pilih Next.

Kotak dialog konfigurasi jaringan

13. Kemudian muncul kotak konfigurasi firewall. Biarkan kosong jika anda tidak menghubungkan komputer dengan jaringan.

Kotak dialog konfigurasi Firewall

14. Pilih Next , muncul tampilan berikut yang meminta anda mengisikan jenis bahasa yang akan digunakan oleh RedHat nantinya.

Sell Links On Your Site

Kotak dialog konfigurasi bahasa tambahan

15. Pilih Next untuk melanjutkan. Sehingga tampil setting waktu.

Kotak dialog konfigurasi tanggal

16. Pilih Next untuk melanjutkan. Masukkan Password untuk root, yang merupakan super user. Klik tombol Next dan tombol Next kembali.

17. Tentukan paket-paket apa saja yang akan di Install. Ada beberapa group paket diantaranya seperti Desktop, Application, Server. Kemudian klik Next

Kotak dialog Menentukan Jenis Paket

18. Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi paket yang telah dipilih selesai semuanya.

Kotak dialog proses instalasi

19. Kemudian akan tampil kotak dialog untuk membuat boot system untuk disket, masukkan disket pada drive A, kemudian klik tombol Next.

Kotak dialog pembuatan disket boot

20. Setelah selesai pembuatan disket boot, kemudian akan tampil kotak dialog untuk menentukan jenis Berikutnya installer akan meminta anda memilih konfigurasi Video Card. Umumnya, installer mengenali jenis video card yang ada. Dan juga anda diminta memilih jumlah RAM video card tersebut. Seperti terlihat pada gambar berikut :

Kotak dialog Konfigurasi card monitor

21. Klik Next untuk menentukan jenis monitor yang digunakan dan resolusi yang diinginkan.

22. Setelah anda memasukan dengan benar, maka selesai sudah instalasi Linux RedHat 9.0.

Continue Reading...
 

Tukeran Link Di Sini

Adji3xd

Word Market

Adji_3xd Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template